January 19, 2011

Uhang Pandak - Makhluk Cryptid Asli Indonesia

Hai para readers, kali ini saya akan membahas makhluk cryptid asli indonesia yang sering di sebut Uhang Pandak. saya dapat ide ini dari seorang saudara yang melihat tayangn di televisi semalam. langsung saja deh saya mulai postinggannya.

Uhang pandak atau orang pendek adalah salah satu misteri terbesar di Asia,ahli binatang telah mendaftarkan laporan kera misterius di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Propinsi Jambi, lebih dari 150 tahun. sampai sekarang ini, makhluk misterius yang berada di kerinci disebut sebut sebagai "uhang pandak". tetapi karena variasi yang membingungkan dari nama dialek setempat, sampai sekarang masih belum teridentifikasi oleh para ilmuwan. 
 
uhang pandak atau orang pendek adalah nama yang diberikan kepada sesosok makhluk misterius yang sudah dilihat banyak orang selama ratusan tahun yang kerap muncul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi. Walaupun tak sedikit orang yang pernah melihatnya, keberadaan orang pendek hingga sekarang masih merupakan sebuah misteri. Tidak ada seorangpun yang tahu, sebenarnya makhluk apakah yang disebut sebagai orang pendek itu.
 
Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, hal ini dapat diragukan karena tidak sedikit juga orang yang berfikir bahwa keberadaan makhluk ini hanyalah omongkosong belaka dan banyak juga yang beranggapan bahwa makhluk ini adalah seekor kera namun banyak beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka pernah melihat makhluk tersebut, dan akhirnya Orang pendek ini masuk kedalam salah satu studi Cryptozoology. Ekspediasi pencarian Orang Pendek sudah beberapa kali di lakukan di Kawasan Kerinci, Salah satunya adalah ekspedisi yang didanai oleh National Geographic Society. National Geographic sangat tertarik mengenai legenda Orang Pendek di Kerinci, Jambi, beberapa peneliti telah mereka kirimkan kesana untuk melakukan penelitian.
 Sejauh ini, para saksi yang mengklaim pernah melihat Orang Pendek menggambarkan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki) tinggi sekitar satu meter (diantara 85 cm hingga 130 cm) dan memiliki banyak bulu diseluruh badan dan banyak juga yang melihatnya dengan telapak kaki terbalik. Bahkan ada pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak. mungkin dapat dibilang bahwa orang pendek adalah Yeti indonesia . karena diskripsi makluk ini berbeda beda timbul lagi anggapan bahwa makhluk ini hanya rekayasa seseorang.
  
Awal tahun 1900-an, dimana saat itu Indonesia masih merupakan jajahan Belanda, tak sedikit pula laporan datang dari para WNA. Namun yang paling terkenal adalah Kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923. Mr. Van Heerwarden adalah seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu ia sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. 
 
dalam catatan Mr.Van Heerwarden , ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badan. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu

Mr. Heerwarden sadar mereka bukan sejenis siamang maupun perimata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar. Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak percaya dengan apa yang dilihatnya, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya selalu tidak berbuah hasil
 
Sumber-sumber dari para saksi memang sangat dibutuhkan bagi para peneliti yang didanai oleh National Gographic Society, untuk mencari tahu keberadaan Orang Pendek. Dua orang peneliti dari Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden sudah lama mengabadikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi terhadap eksistensi Orang Pendek. Namun, sejak pertama kali mereka datang ke Taman Nasional Kerinci di tahun 1990, sejauh ini hasil yang didapat masih jauh dari kata memuaskan. 
 
Lain dengan peneliti lainnya, Debbie dan Jeremy datang ke Indonesia dengan dibiayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional Dalam ekspedisi yang dinamakan “Project Orang Pendek”. mereka melakukan  penelitian panjang disana. Secara sistematik, berbagai usaha yang mereka lakukan dalam ekspedisi ini antara lain adalah pengumpulan informasi dari beberapa saksi mata untuk mengetahui lokasi-lokasi di mana mereka sering dikabarkan muncul. Kemudian ada metode menjebak pada suatu tempat dimana disana terdapat beberapa kamera yang selalu siap untuk menangkap aktivitas mereka. Rasa putus asa dan frustasi selalu menghinggap di diri mereka ketika hasil ekspedisi selama ini belum mendapat hasil yang memuaskan.
 
sampai saat ini belum di ketahui benar atau tidaknya makhluk ini ! 

boleh copy paste namun jika anda tidak keberatan tolong cantumkan linkback ke blog ini terimakasih.

0 comments:

Post a Comment